SYARH HADITS ALLAH PUN CEMBURU - Media Sunni

Minggu, 20 Agustus 2017

SYARH HADITS ALLAH PUN CEMBURU

Pernahkah anda berpikir seperti apa cemburu yang dimiliki oleh Sang Pencipta ?
Dalam objek seperti apa Allah merasa cemburu padamu ?
Marilah kita simak hadits berikut ini...

إِنَّ اللَّهَ يَغَارُ، وَغَيْرَةُ اللَّهِ أَنْ يَأْتِيَ المُؤْمِنُ مَا حَرَّمَ اللَّهُ

“Sesungguhnya Allah merasa cemburu. Dan seorang mukmin pun merasa cemburu. Adapun kecemburuan Allah itu akan bangkit tatkala seorang mukmin melakukan sesuatu yang Allah haramkan atasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Allah lebih cemburu kepada para hambaNya, ketika mendapati seorang hamba berbuat kemaksiatan, dari sahabat Sa’ad bin ‘Ubadah mengatakan,

لَوْ رَأَيْتُ رَجُلًا مَعَ امْرَأَتِي لَضَرَبْتُهُ بِالسَّيْفِ غَيْرَ مُصْفَحٍ

“Seandainya aku melihat seorang laki-laki sedang bersama istriku pasti aku pukul dia dengan sisi pedangku yang tajam!”

Mendengar ucapannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَتَعْجَبُونَ مِنْ غَيْرَةِ سَعْدٍ لَأَنَا أَغْيَرُ مِنْهُ، وَاللَّهُ أَغْيَرُ مِنِّي

“Tidak herankah kalian kecemburuan Sa’ad? Sungguh aku lebih cemburu daripada Sa’ad, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih cemburu lagi daripada aku.” (HR. Bukhari)

Inilah kecemburuan Allah Ta'ala atas setiap makhlukNya yaitu dosa yang dilakukan oleh hambaNya baik tersembunyi maupun terang-terangan. Kecemburuan ketika makhlukNya melanggar batasan yang telah ditetapkan olehNya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda

أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى، أَلاَ إِنَّ حِمَى اللَّهِ فِي أَرْضِهِ مَحَارِمُهُ

Ketahuilah, setiap raja memiliki tanah larangan dan tanah larangan Allah di bumi ini adalah perkara-perkara yang diharamkan-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “(Efek negatif dosa) yang paling berbahaya (paling mengkhawatirkan) bagi seorang hamba adalah dosa dan kemaksiatan bisa melemahkan keinginan hati sehingga keinginannya untuk melakukan perbuatan maksiat semakin kuat. Dosa melemahkan keinginan hati untuk bertaubat sedikit demi sedikit sampai akhirnya semua keinginan untuk taubat tercabut dari hati (tanpa meninggalkan sisa sedikit pun). (Padahal) seandainya separuh dari hati seseorang itu sudah mati, maka itu sudah susah untuk bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Adda’ wa Dawa’, (Dar Ibnu Jauzi, 1427) hlm. 91)

*Terhadap apa sajakah Allah cemburu?*

*Pertama: Seorang mukmin melakukan apa yang diharamkan Allah*

إِنَّ اللَّهَ يَغَارُ وَالْمُؤْمِنُ يَغَارُ وَغَيْرَةُ اللَّهِ أَنْ يَأْتِيَ الْمُؤْمِنُ مَا حَرَّمَ عَلَيْهِ قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ عَائِشَةَ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ

Allah mempunyai rasa cemburu dan orang mukmin juga mempunyai rasa cemburu. Kecemburuan Allah ketika seorang mukmin melakukan apa yang diharamkan oleh-Nya. Abu Isa berkata; Hadits semakna diriwayatkan dari Aisyah dan Abdullah bin Umar.

Ketika seorang Mukmin menganiaya orang lain, Allah cemburu. Ketika seorang Mukmin memakan harta yang haram, Allah cemburu. Ketika seorang Mukmin, tidak melaksanakan Shalat, Puasa Ramadhan, zakat Fitrah, Allah cemburu. Ketika seorang Mukmin melakukan.

*Kedua: Tidak boleh mendekati zina, apalagi berzina.*

يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ مَا أَحَدٌ أَغْيَرَ مِنْ اللَّهِ أَنْ يَرَى عَبْدَهُ أَوْ أَمَتَهُ تَزْنِي يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

Wahai umat Muhammad, tak ada yang lebih cemburu daripada Allah saat Dia melihat hambanya atau hamba perempuannya berzina. Wahai umat Muhammad, sekiranya kalian tahu apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan kalian akan banyak menangis. (HR. Bukhari)

Ketika seorang lelaki dan wanita bukan mahramnya berduaan dalam kegelapan atau tempat sepi, Allah cemburu karena yang ketiga setan. Ketika seorang laki-laki dan wanita bukan mahramnya, bermesraan, Allah cemburu. Ketika laki dan wanita berzina terang-terangan dan tertutup, Allah cemburu. _Wallahu a'lam_

Abu Ruwaifi' As-Sulaimi

Bandungan, Kab. Semarang, 10 Rabu, Dzulqo'dah 1438 H, 21.20 WIB

Tidak ada komentar:

@way2themes