MEMOTONG KUKU DAN RAMBUT BAGI YANG AKAN BERKURBAN - Media Sunni

Post Top Ad

Responsive Ads Here
MEMOTONG KUKU DAN RAMBUT BAGI YANG AKAN BERKURBAN

MEMOTONG KUKU DAN RAMBUT BAGI YANG AKAN BERKURBAN

Share This

❓ *PERTANYAAN:*

Mohon penjelasan tentang larangan memotong rambut atau kuku bagi yang akan berqurban!

💡 *JAWABAN:*

*HADITS*

Nabi –Shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda,

«  *إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ* »

_《 *Jika kalian telah melihat hilal Zulhijah, sedangkan seorang kalian ingin berqurban, maka hendaklah ia membiarkan rambutnya (bulu) dan kukunya!*》_[HR. Muslim (1977-41)]

Di lafaz lain,

«  *مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ فَإِذَا أُهِلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ* »

_《 *Siapa yang memiliki qurban yang akan disembelihnya, maka jika telah nampak hilal Zulhijah, janganlah ia mengambil sedikitpun dari rambut (bulunya) dan kukunya sampai ia berqurban!* 》_[HR. Muslim (1977-42)]

                         ☆☆☆

*RAMBUT atau SEMUA BULU?*

🍀 Imam *Nawawi* -Rahimahullahu-berkata,

« وَالْمَنْعُ مِنْ إِزَالَةِ الشَّعْرِ بِحَلْقٍ أَوْ تَقْصِيرٍ أَوْ نَتْفٍ أَوْ إِحْرَاقٍ أَوْ أَخْذِهِ بِنَوْرَةٍ أَوْ غَيْرِ ذَلِكَ وَسَوَاءُ شَعْرُ الْإِبْطِ وَالشَّارِبِ وَالْعَانَةِ وَالرَّأْسِ وَغَيْرُ ذَلِكَ مِنْ شُعُورُ بَدَنِهِ » [شرح صحيح مسلم 13/138]

_《Dan larangan menghilangkan rambut (berlaku) baik dengan mencukur habis, memendekkan, mencabut, membakar, atau dengan tepung kapur atau selainnya. Sama saja apakah itu bulu ketiak, kumis, bulu kemaluan, rambut kepala, dan bulu badan lainnya》_

                           ☆☆☆

*HIKMAHNYA?*

🍀 Imam *Syaukâni* -Rahimahullahu-berkata,

« وَالْحِكْمَةُ فِي النَّهْيِ أَنْ يَبْقَى كَامِلَ الْأَجْزَاءِ لِلْعِتْقِ مِنْ النَّارِ. وَقِيلَ: لِلتَّشَبُّهِ بِالْمُحْرِمِ » [نيل الأوطار 5/133]

_《Hikmah dari larangan ini adalah agar ia tetap sempurna anggota badan untuk dibebaskan dari neraka. Pendapat lain: agar menyerupai orang yang muhrim.》_

                              ☆☆☆

*MULAI?*

Mulainya dari Magrib di hari terakhir bulan Zulkaidah.

«  *إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْر...* »

_《 *Jika telah masuk 10 hari (pertama Zulhijah)…*》_[HR. Muslim (1977-77)]

                              ☆☆☆

*KHUSUS YANG BERQURBAN atau KELUARGA?*

🍀 Imam *Nawawi* -Rahimahullahu-berkata,

« يشرع في حق من أراد أن يضحي... أما من يضحي عنه فلا يشرع ذلك في حقه؛ لعدم ورود شيء بذلك » [فتاوى اللجنة الدائمة -1 رقم (2194)]

_《Dan (larangan itu) berlaku bagi yang ingin berqurban saja…Adapun orang yang diniatkan qurban untuknya, tidak dianjurkan yang demikian itu baginya, karena tidak ada satupun  dalil tentang itu.》_

                             ☆☆☆

*JIKA TERLANJUR DIPOTONG, APA HUKUMNYA?*

Ulama berbeda pendapat antara boleh, makruh dan haram.

🍀 Imam *Nawawi* -Rahimahullahu-berkata,

« مَذْهَبُنَا...مَكْرُوهٌ كَرَاهَةَ تَنْزِيهٍ حَتَّى يُضَحِّيَ, وَقَالَ مَالِكٌ وَأَبُو حَنِيفَةَ لَا يُكْرَهُ, وَقَالَ سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيِّبِ وَرَبِيعَةُ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ وَدَاوُد يَحْرُمُ »[المجموع 8/392]

_《Dan mazhab kami…(hukumnya) makruh sampai ia berqurban. Mâlik, Abu Hanîfah berpendapat tidak makruh. Sa'îd bin Musayyab, Rabi'ah, Ahmad, Ishâq dan Dâûd berpendapat haram.》_

Tapi ulama sepakat jika itu dilakukan, tidak ada dendanya.

🍀 Imam *Ibnu Qudâmah* -Rahimahullahu- berkata,

« فَإِنْ فَعَلَ اسْتَغْفَرَ اللَّهَ تَعَالَى. وَلَا فِدْيَةَ فِيهِ إجْمَاعًا، سَوَاءٌ فَعَلَهُ عَمْدًا أَوْ نِسْيَانًا » [المغني 9/437]

_《Jika ia lakukan juga, ia istighfar kepada Allah –Ta'âla-. Dan tidak ada denda atasnya menurut kesepakatan ulama, karena dilakukan sengaja atau lupa.》_

                              ☆☆☆

*KESIMPULAN:*

✅ Bagi ingin berqurban, hendaklah tidak mengambil sedikitpun ia dari bulu semua bulu badannya dengan cara apapun, sampai qurbannya disembelih.

✅ Dimulai dari Magrib di hari terakhir bulan Zulkaidah.

✅ Hikmahnya agar semua anggota badan sempurna dibebaskan dari neraka atau untuk menyerupai orang yang ihram.

✅ Larangan ini hanya berlaku bagi yang ingin berqurban saja, dan tidak untuk keluarga.

✅ Ulama berbeda pendapat tentang hukum larangan ini antara boleh, makruh dan  haram.

✅ Ulama sepakat jika larangan ini dilanggar baik sengaja atau lupa, tidak ada denda atasnya.

                              ☆☆☆

Silahkan baca di sini:

http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=129499

http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=129770

https://islamqa.info/ar/70290

https://islamqa.info/ar/36567

                     ☆☆☆         

Wallahu A'lam.

(AM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages