Ads 468x60px

Kamis, 26 Januari 2012

Yahudi & Nasrani Dapat Masuk Surga?

Pertanyaan :
Orang yang mengikuti jalan hidup Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabatnya (salafush sholih) inilah yang selamat dari neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Yahudi telah terpecah menjadi 71 golongan; satu golongan masuk surga, 70 golongan masuk neraka. Nashrani terpecah menjadi 72 golongan; satu golongan masuk surga, 71 golongan masuk neraka. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, umatku akan terpecah menjadi 73 golongan; satu golongan masuk surga dan 72 golongan masuk neraka. Ada sahabat yang bertanya,’Wahai Rasulullah! Siapa mereka yang masuk surga itu?’ Beliau menjawab, ‘Mereka adalah Al-Jama’ah‘.” (HR. Ibnu Majah, Abu Daud, dishahihkan Syaikh Al Albani). Dalam riwayat lain para sahabat bertanya,’Siapakah mereka wahai Rasulullah?‘ Beliau menjawab,‘Orang yang mengikuti jalan hidupku dan para sahabatku.‘ (HR. Tirmidzi).
Apa benar Yahudi & Nasrani juga ada yang masuk surga? Bukankah selain agama islam itu akan masuk neraka, bahkan juga tidak di hisab? Lalu Yahudi & Nasrani yang seperti apa yang dapat masuk surga?

Jawaban :
Bismillahirrahmanirrahim. Ya, benar bahwa Yahudi dan Nasrani juga ada yang masuk surga. Yahudi yang masuk surga adalah mereka yang taat kepada nabi-nabi mereka di zaman mereka. Misalnya adalah para pengikut nabi Musa 'alaihis salam. Nasrani yang masuk surga adalah mereka yang taat kepada nabi 'Isa alaihis salam di zaman beliau. Adapun setelah diutusnya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, Yahudi dan Nasrani yang bisa masuk surga adalah mereka yang taat kepada beliau shallallahu 'alaihi wa sallam. Dengan kata lain, mereka yang masuk Islam dan baik keislamannya. Allah ta'ala berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَىٰ وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

"Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Al Baqarah : 62).

Seorang ahli tafsir dari kalangan Tabi'in bernama Qatadah rahimahullah berkata menafsirkan makna Shabiin : 

قوم يقرءون الزبور ويعبدون الملائكة ويصلون إلى الكعبة ويقرون بالله تعالى أخذوا من كل دين شيئا

"Mereka adalah suatu kaum yang membaca kitab Zabur, beribadah kepada Malaikat, shalat menghadap Ka'bah, dan mengakui adanya Alloh ta'ala. Mereka mengambil sesuatu dari setiap agama." (Tafsir Al Baghawi).
Adapun orang Yahudi dan Nashrani yang tidak mau beriman kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, mendustakan dan bahkan mempermainkan ayat-ayat Alloh dan merubah kitab suci nabi mereka, mereka tidak akan masuk surga. Alloh ta'ala menjelaskan :

وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
"Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya." (Al Baqarah : 39).

وَقَالُوا لَن تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَّعْدُودَةً ۚ قُلْ أَتَّخَذْتُمْ عِندَ اللَّهِ عَهْدًا فَلَن يُخْلِفَ اللَّهُ عَهْدَهُ ۖ أَمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
"Dan mereka (orang-orang Yahudi) berkata: "Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja." Katakanlah: "Sudahkah kalian menerima janji dari Alloh sehingga Alloh tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kalian hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?" (Al Baqarah : 80).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
ولو كان موسى حيا ما وسعه إلا اتباعي. رواه أحمد والبيهقي في كتاب شعب الإيمان، وهو حديث حسن.
"Seandainya Musa masih hidup, dia tidaklah memiliki keleluasaan kecuali harus mengikutiku." (Hadits riwayat Ahmad dan Al Baihaqi dalam kitab Syu'abul Iman, dari hadits Jabir radhiallahu 'anhu. Hadits tersebut adalah hadits hasan.)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa orang-orang Yahudi yang masih hidup setelah diutusnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wajib untuk beriman kepada beliau, wajib untuk masuk Islam. Karena nabi mereka saja (yaitu Nabi Musa) seandainya masih hidup di masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wajib untuk mengikuti beliau.

Dakwah yang dahulu dilakukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terhadap orang-orang Yahudi dan Nashrani menunjukkan bahwa jika mereka tetap berada pada agama mereka yang dahulu, berarti mereka berada di atas kebatilan, dan tidak akan masuk surga.

Wabillahit taufiq, wa shallallahu 'ala nabiyyina Muhammad wa alihi wa shahbihi wa sallam.





  


1 komentar:

  1. Subhanallah... ya allah... jadikanlah akhir hayatku menjadi yg terbaik dan layak untuk menjemput janjimu.....

    BalasHapus