Langsung ke konten utama

Kesesatan Harun Yahya

Harun Yahya adalah nama pena Adnan Oktar (juga ditulis Adnan Hoca) dilahirkan di Ankara pada tahun 1956, menetap disana sampai pindah ke Istanbul pada tahun 1979. Sebagian kaum muslimin sudah tidak asing lagi dengan nama ini. Namun, bagaimana sebenarnya kelurusan orang ini di dalam beragama? Mari kita simak :
  1. Harun Yahya mengakui bahwa pengetahuannya dalam bahasa Arab tidak melebihi beberapa kata.
  2. Kebanyakan buku-bukunya bukan hasil karyanya sendiri, tapi dari orang-orang majhul (tidak dikenal kepribadian mereka) yang bekerja di bawah pengawasan dan namanya. Orang-orang yang membiayai penyebaran buku-bukunya secara gratis adalah teman-temannya yang  juga tidak dikenal kepribadian mereka. Mereka adalah para pengusaha kaya dari Turki.
  3. Dia menyebutkan di situsnya yang berbahasa Inggris bahwa Ahlus Sunnah adalah Al Asya'irah dan Al Maturidiyyah.
  4. Ketika menjelaskan tentang aqidah Ahlus Sunnah, dia juga menyebutkan bahwa Wahhabiyyah  menyelisihi Ahlus Sunnah dalam aqidah  mereka tentang syafaat.
  5. Dia menganggap Ibnu 'Arabi yang sesat sebagai seorang guru. Kadang-kadang diapun menyebutkan perkataan-perkataannya dalam sebagian materi.
  6. Dia juga memiliki keyakinan Shufiyyah yaitu Wihdatul Wujud, bahwa sesuatu yang ada pada hakikatnya adalah Allah, sedangkan segala sesuatu yang kita lihat seperti mobil, kursi, dan rumah hanyalah gambaran dalam pikiran kita dan tidak nyata. Hal ini banyak dijumpai di buku-bukunya.
Silakan buka link berbahasa Inggris ini untuk membaca artikel tentang sebagian akidahnya yang telah dijelaskan di atas :


sumber : http://173.193.223.234/showthread.php?t=48379

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tabir Pembatas di Dalam Masjid

Bismillahirrahmanirrahim. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah pernah ditanya berkaitan dengan masalah tabir di dalam masjid. Berikut terjemah pertanyaannya beserta jawaban dari beliau : Pertanyaan : Di tempat kami ada sebuah masjid yang di dalamnya ada bagian khusus untuk perempuan yang terpisah dengan dinding dari tempat laki-laki. Di bagian khusus tersebut ada pengeras suara untuk mendengarkan suara imam dan pengajar. Ada seseorang yang ingin merobohkan dinding tersebut agar jama'ah perempuan tidak berada di samping jama'ah laki-laki. Dalam hal ini dia berdalil dengan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam : تَصِفُّ الرِّجَالُ ثُمَّ الصِّبْيَانُ ثُمَّ النِّسَاءُ "Para lelaki bershaf, kemudian anak-anak, kemudian para perempuan." (1) Karena hal itu, timbullah perselisihan yang sengit. Maka, apa bimbingan anda? Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan. (2) Jawaban : Semua hal itu tidak mengapa. Dahulu para perempuan di z

Hukum Orang yang Mengingkari Ijma' dan Kias

Syaikh Shalih Al Fauzan hafidhahullah pernah ditanya : Apakah orang yg mengingkari ijma' dan kias dianggap sebagai mubtadi' ? Jawaban :  Ijma,' tidak ada seorangpun dari Ahlus Sunnah yg mengingkarinya, yaitu ijma' yg benar dan qath'i, tidak ada seorangpun dari Ahlus Sunnah yg mengingkarinya. Adapun kias, ya di dalamnya ada perselisihan (tentang posisinya sebagai salah satu sumber hukum Islam). Jumhur ulama berpendapat bahwa kias itu benar dan merupakan salah satu sumber hukum. Ya, tetapi kita tidak boleh mengkafirkan orang yang mengingkari kias. Orang yang mengingkari kias tidak boleh kita kafirkan. Adapun orang yg mengingkari ijma' –perhatikan- orang yg mengingkari ijma' dihukumi sebagai orang kafir. Alloh ta'ala berfirman :  ومن يشاقق الرسول من بعد ماتبين له الهدى ويتبع غير سبيل المؤمنين نوله ماتولى ونصله جهنم وساءت مصيرا "Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang m

SYARH HADITS ALLAH PUN CEMBURU

Pernahkah Anda berpikir seperti apa cemburu yang dimiliki oleh Sang Pencipta ? Dalam objek seperti apa Allah merasa cemburu padamu ? Marilah kita simak hadits berikut ini... إِنَّ اللَّهَ يَغَارُ، وَغَيْرَةُ اللَّهِ أَنْ يَأْتِيَ المُؤْمِنُ مَا حَرَّمَ اللَّهُ “Sesungguhnya Allah merasa cemburu. Dan seorang mukmin pun merasa cemburu. Adapun kecemburuan Allah itu akan bangkit tatkala seorang mukmin melakukan sesuatu yang Allah haramkan atasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Allah lebih cemburu kepada para hambaNya, ketika mendapati seorang hamba berbuat kemaksiatan, dari sahabat Sa’ad bin ‘Ubadah mengatakan, لَوْ رَأَيْتُ رَجُلًا مَعَ امْرَأَتِي لَضَرَبْتُهُ بِالسَّيْفِ غَيْرَ مُصْفَحٍ “Seandainya aku melihat seorang laki-laki sedang bersama istriku pasti aku pukul dia dengan sisi pedangku yang tajam!” Mendengar ucapannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: أَتَعْجَبُونَ مِنْ غَيْرَةِ سَعْدٍ لَأَنَا أَغْيَرُ مِنْهُ، وَاللَّهُ أَغْيَرُ مِنِّي “Tidak herankah kalian k